HargaTiket Masuk Gedung Kesenian Jakarta Dengan harga yang masih dibilang terjangkau, kamu bisa menikmatib karya-karya seniman Indonesia dengan puas. Sedangankan bagi kamu yang ingin menjadikan GKJ ini sebagai tempat pertunjukan kesenian, maka harga sewa yang bisa kamu keluarkan sebesar Rp 5.000.000. GedungKesenian Jakarta (GKJ) merupakan salah satu gedung berfokus untuk menampilkan berbagia kesenian menarik. GKJ sudah ada sejak lama, dan gedung ini juga sempat mengalami beberapa perubahan fungsi. Dengan berjalannya waktu, akhirnya GKJ menjadi gedung pertunjukkan hingga saat ini. Gedung ini dibangun di era kolonial Belanda dan dibangun Carisewa kantor di Kuningan ruang office siap pakai harga sewa bulanan tahunan, fasilitas lengkap lokasi strategis. Tentang Rumah123 Berita Panduan Beri Saran. Dijual. Tipe Properti. Rumah. Rumah. DKI Jakarta. Rumah Dijual di Jakarta Selatan Rumah Dijual di Jakarta Barat Rumah Dijual di Jakarta Timur Rumah Dijual di Jakarta Utara Fast Money. JAKARTA - Usulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menaikkan tarif sewa gedung di Taman Ismail Marzuki mendapat catatan dari berbagai rencana itu tertuang dalam revisi Rancangan Peraturan Daerah No 1/2015 tentang Retribusi Daerah yang masih dalam proses pembahasan bersama Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD DKI gedung yang tarifnya diusulkan untuk naik hingga dua kali lipat adalah Gedung Teater Besar atau Teater Jakarta. tarif sewa, dari sebelumnya Rp30 juta diusulkan naik menjadi Rp60 juta per hari, bahkan mencapai Rp75 juta di akhir usulan perubahan tarif retribusi sewa gedung TIM difungsikan untuk mengurangi disparitas harga dengan swasta, yang memiliki harga sewa gedung lebih tinggi. Retribusi gedung yang terlalu rendah dinilai Anies menyebabkan frekuensi pemakaian gedung pada perkembangannya banyak yang tidak ada kaitannya dengan Kesenian atau Kegiatan SeniSekretaris Jenderal Dewan Kesenian Jakarta DKJ sekaligus Ketua Komite Film Hikmat Darmawan menjelaskan kebijakan ini sebenarnya memiliki maksud baik, namun dengan beberapa pun menggambarkan latar belakang perlunya kebijakan awal mula TIM berdiri, penyewaan ruang dan gedung merupakan wewenang penuh DKJ. Namun sejak 2006, ketika Pemprov DKI Jakarta membentuk suatu badan pengelola TIM, peran DKJ hanya sebagai penasihat."Dari situlah kemudian banyak sekali penggunaan ruang yang bukan kesenian atau acara seni yang tidak dikurasi oleh DKJ. Jadi sejak itu, DKJ berebut tempat dengan penyewa dari luar yang kemudian keputusannya itu ada di badan pengelola TIM," ujar Hikmat ketika dikonfirmasi Bisnis, Jumat 13/3/2020."Pelan-pelan diadvokasi untuk tidak begitu, akhirnya saat [berubah nama] jadi UPT TIM bekerja sama dengan DKJ, akhirnya ada pembagian wilayah. Kalau untuk yang kegiatan seni yang dikurasi oleh DKJ atau kegiatan seni dari luar yang proposalnya dikerjasamakan dengan DKJ untuk dinilai, kalau oke, itu tidak dikenai biaya," Pemprov DKI Jakarta terhadap kompensasi kegiatan kesenian inilah yang menurut Hikmat perlu penekanan lebih, di tengah isu kenaikkan harga sewa Hikmat, harga sewa gedung murah memang menjadi alasan banyaknya penyewa dari luar. Akibatnya, hal itu menyulitkan manajemen penjadwalan gedung-gedung di TIM untuk acara kesenian itu sendiri."Pihak yang ingin menyewa karena TIM murah dibandingkan venue yang lain. Karena itu seringkali terjadi ada Pensi SMA, anugerah penghargaan karyawan, entah dari bank atau yang lain. Artinya acara nonkesenian yang mengambil tempat di TIM dan menyebabkan program kesenian itu sendiri terganggu atau berebut dengan penyewa," sebab itu, menurut Hikmat, langkah 'mempersulit' penyewa nonkesenian dengan memberlakukan harga tinggi bisa diterima. Namun, lanjutnya, perlu penekanan adanya kompensasi untuk kegiatan kesenian, di samping mempertahankan pemberian kewenangan yang lebih untuk DKJ agar agenda kesenian di TIM menjadi lebih dominan."Logikanya, kalau mau sewa ruangan, ya harus dengan harga profesional. Gubernur menjelaskan bahwa tentu saja untuk seniman akan dibedakan. Selama ini juga praktiknya begitu, yang menilai mana kegiatan seni yang dapat fasilitas dan mana yang tidak, dikonsultasikan dengan DKJ," ujarnya."Sejak 5 tahunan ini juga sudah mulai berubah, dalam artian walaupun masih tidak mutlak kewenangan DKJ, ada ruang untuk memberikan pertimbangan. Dikonsultasikan dengan DKJ siapa saja penggunanya," tutup SalahKetua Forum Seniman Peduli TIM Radhar Panca Dahana menekankan bahwa rencana kenaikan harga sewa TIM sebenarnya sah-sah saja, asalkan sewa untuk seniman tetap menyoroti argumentasi Anies terkait alasannya menaikkan harga sewa TIM. Menurut Radhar, seharusnya Anies bisa menyampaikan pendapat secara lebih baik."Wacana itu sebenarnya salah pada pondasinya, yaitu mempersamakan gedung atau fasilitas di TIM dengan gedung pertunjukan di luar TIM yang rata-rata punya swasta, orientasinya komersial. Mereka membangun dengan biaya tinggi, sehingga butuh menawarkan tarif tinggi," ujar Radhar kepada Bisnis."Sementara gedung TIM itu kan punya negara. Bikin pakai uang negara atau rakyat. Jadi tidak tepat untuk dikomersilkan. Orientasinya harus memberikan fasilitas kepada publik, dalam hal ini publik kesenian supaya mereka bisa berekspresi dengan baik. Jadi tidak bisa pakai logika uang rakyat, itu dikomersilkan," dengan pihak DKJ, menurut Radhar yang terpenting bukan soal harga sewa namun bagaimana memperjuangkan agar kegiatan yang memajukan ekosistem kesenian di TIM mendapat jaminan kenyamanan dan pendanaan dari Pemprov DKI Jakarta."Fasilitas dari TIM itu bagian dari pembangunan manusia. Jadi itu adalah investasi moral, kultural, sama dengan investasi material lain yang bukan cost, sehingga tidak mencari return. Jadi itu pondasi argumennya [Anies] sudah salah," tutupnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Di Jakarta terdapat beberapa tempat pertujukkan kesenian. Salah satu yang ternama adalah Gedung Kesenian Jakarta atau yang juga sering disebut GKJ. Jakarta mungkin tidak mendapat julukan sebagai kota seni atau sejenisnya, meski begitu, di Jakarta sebenarnya memiliki beberapa fasilitas untuk menyaksikan banyak pertunjukkan kesenian dan budaya lokal. Pertunjukkan kesenian pun sangat mudah didapatkan di Jakarta karena memiliki beberapa gedung pertunjukkan kesenian. GKJ sendiri masih menjadi salah satu pusat pertunjukkan kesenian yang hingga kini masih rutin dijadikan tempat pertunjukkan. Gedung ini yang sudah berdiri sejak beberapa puluh tahun terus dipertahankan menjadi salah satu tempat dan ikon klasik yang masih kokoh berdiri diantara gedung-gedung pencakar langit disekitarnya. Perlu diketahui, memang untuk informasi pertunjukkan di GKJ kadang tidak terlalu terekspos di luar. Kurangnya promosi membuat informasi mengenai pertunjukkan yang ada di GKJ kadang tidak terdengar dan ini pula yang membuat banyak orang berpikir GKJ sudah tidak difungsikan lagi. Beberapa tahun lalu, GKJ menggandeng beberapa seniman besar Indonesia. Tujuan dari digandengnya ini adalah untuk mengangkat kembali GKJ yang sempat redup. GKJ bisa menjadi salah satu tempat alternatif bagi mereka yang ingin mengadakan pertunjukkan seni. Lalu, berapa harga sewa GKJ? Harga sewa Gedung Kesenian Jakarta Bagi ANda yang ingin menggunakan GKJ sebagai tempat pertunjukkan kesenian dan sejenisnya, harga yang harus dikeluarkan adalah 5 juta. Harga ini tentu sangat terjangkau dan sangat worth it karena bisa mementaskan pertunjukkan disalah satu gedung bersejarah di Jakarta. Selain harus mempersiapkan dana tersebut, hal terpenting sebelum menyewa GKJ adalah menanyakan informasi ketersediaan jauh hari. Kemungkinan besar Anda tidak akan bisa menyewa GKJ jika tidak memesan dari jauh hari. Beberapa pihak biasanya telah memesan terlebih dahulu sehingga sebaiknya untuk menggunakan gedung ini harus dilakukan jauh hari sebelum pementasan. Kelebihan lain dari GKJ selain harga yang bersahabat serta gedung bersejarah dengan fasilitasnya adalah lokasinya. Lokasi dari GKJ sangat strategis sehingga mudah diakses baik menggunakan transportasi umum maupun transportasi pribadi. Gedung Kesenian Jakarta Harga Tiket Masuk Gratis. Jam Buka - Nomor Telepon -. Alamat / Lokasi Jl. Gedung Kesenian Ps. Baru, , Sawah Besar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10710. Gedung Kesenian Jakarta merupakan salah satu destinasi wisata seni yang terletak di Jakarta Pusat. Gedung yang merupakan peninggalan Inggris dan Belanda yang kini menjadi gedung pertunjukan. Dahulu, sekitar tahun 1811-1816, berfungsi sebagai tempat serdadu Inggris bermain teater. Bangunannya pada waktu itu hanya terbuat dari kayu, bambu, dan atap rumbai. Hingga saat Belanda berkuasa di Indonesia, bangunan ini mengalami pemugaran menjadi bangunan permanen dan bernama Shcouwburg. Perlengkapan gedung, peredam suara, dan peralatan akustik mengalami perbaikan dan penyempurnaan. Akan tetapi, ketika Jepang baru berkuasa di Indonesia, gedung ini hanya menjadi markas saja. Sampai ketika Pemerintah Jepang ingin membuat pusat kebudayaan kebudayaan, gedung ini kembali ke fungsi awal dan diberi nama Siritsu Gekizyo. Harga Tiket Masuk Gedung Kesenian Jakarta Untuk dapat masuk ke dalam Gedung Kesenian Jakarta, pengunjung tidak perlu membayar biaya tiket masuk. Akan tetapi, pengunjung perlu membayar biaya pertunjukan yang sedang berlangsung. Harga tiket masuk pertunjukan di sini pun beragam, mulai dari sampai Namun, tak jarang juga terdapat pertunjukan yang tidak memungut biaya dari penontonnya. Harga Tiket Masuk Anak-anak dan Dewasa Gratis Harga Tiket Pertunjukan Anak-anak dan Dewasa Rp0 – Baca Juga 33 Tempat Wisata di Jakarta Terbaik Jam Operasional Gedung Kesenian Jakarta beroperasi setiap hari, mulai dari pukul WIB sampai pukul WIB. Waktu terbaik berkunjung ke sini yaitu ketika sedang ada pementasan. Hal ini karena di sini tidak terdapat objek wisata lain selain pementasan. Jam Operasional Setiap Hari – WIB Jam Pertunjukkan Mengikuti jadwal pementasan dari penyelenggara Pada masa penjajahan gedung ini sempat mengalami beberapa pergantian nama. Foto Instagram gedungkesenianjakarta Pembangunan Gedung Kesenian Jakarta awalnya karena serdadu Inggris suka bermain teater. Gedung ini berdiri pada tahun 1814 dan bernama Municipal Theatre. Pada waktu itu bangunannya masih terbuat dari kayu dan bambu, serta atap yang terbuat dari rumbai. Kemudian, pada masa pemerintahan Belanda, atas prakarsa Ut Desint, gedung ini mengalami pemugaran dan dibangun secara permanen. Pemerintah Belanda juga mengganti namanya menjadi Shcouwburg. Selanjutnya, ketika Jepang berkuasa menggantikan Belanda di Indonesia, bangunan gedung sempat terbengkalai. Gedung ini hanya digunakan sebagai markas sehingga banyak terjadi kerusakan dan pencurian, baik itu peralatan sampai lampu gantung. Hingga Jepang membuat pusat kebudayaan, gedung ini kembali mengalami pemugaran dan berganti nama menjadi Siritsu Gekizyo. Selanjutnya setelah kemerdekaan pada tahun 1951, Gedung Kesenian Jakarta berfungsi kembali sebagai Gedung pertunjukan. Namun, selain untuk pertunjukan, gedung ini juga berguna untuk kegiatan perkuliahan. Kemudian pada tahun 1970 gedung ini juga sempat beralih fungsi menjadi gedung bioskop. Sebelum akhirnya pada tahun 1984 kembali ke fungsi utama menjadi gedung pertunjukan hingga kini. Atraksi Menarik di Gedung Kesenian Jakarta Aktivitas menarik di sini tentu saja menonton pementasan, baik itu teater maupun resital musik. Desain ruangan yang indah, mirip dengan Gedung teater di Eropa, yang akan membawa pengunjung ke dalam suasana pementasan. Pementasan di sini biasanya berlangsung pada sore menjelang malam hari. Selain menonton pementasan, pengunjung dapat berkeliling di sekitar gedung dan mencari area foto yang menarik. Jika masih ingin berjalan-jalan, bisa sekalian berkunjung ke lokasi wisata Lapangan Banteng atau berbelanja di Pasar Baru. Menonton Pementasan Berbagai pementasan, seperti pementasan teater, orkestra, sampai pertunjukan tari sering berlangsung di gedung ini. Foto Instagram gedungkesenianjakarta Bagi yang gemar menonton pementasan, baik itu drama, teater, orkestra, sampai pertunjukan tari, berkunjung ke sini merupakan tempat yang tepat. Hal itu karena, di sini memang diperuntukkan untuk pertunjukkan tersebut. Rancangan desain interiornya megah seperti gedung pementasan di Eropa. Jika ingin menonton pementasan, pengunjung harus mengecek jadwal di laman resmi Gedung Kesenian Jakarta atau media sosial penyelenggara pementasan. Hal tersebut perlu dilakukan agar pengunjung tidak kelewatan jadwal pertunjukan yang ada. Area Foto Bergaya Eropa Klasik Pengunjung dapat berfoto di bagian tengah antara kursi penonton dengan memerhatikan kenyaman pengunjung lainnya. Foto Instagram gedungkesenianjakarta Di sini terdapat beberapa area menarik untuk berfoto. Desain gedung bagian luar gedung ini bergaya bangunan di Eropa. Berfoto di area depan gedung dapat membuat foto terkesan sedang berada di luar negeri. Kemudian, jika memungkinkan, berfotolah di bagian dalam gedung, terutama di bagian tengah antara kursi penonton. Apabila berfoto di sini, foto terkesan elegan dan klasik. Akan tetapi, jika berfoto di area ini, perlu memperhatikan kenyamanan pengunjung lain yang ingin menuju ke kursinya. Fasilitas Gedung Kesenian Jakarta Fasilitas yang tersedia di sini sangat lengkap. Bagi penyewa Gedung kesenian Jakarta, pengelola memberikan beberapa fasilitas yaitu AC sentral, panggung berukuran 10,75x14x17 meter, kursi penonton sebanyak 472 buah, dan stop kontak yang masing-masingnya berdaya 5 A atau 220 volt. Fasilitas selanjutnya yaitu ruang rias, ruang dekorasi, ruang tunggu penonton, ruang istirahat pemain, tata suara, tata cahaya, kamera CCTV, dan Electric Billboard. Lokasi Gedung Kesenian Jakarta Gedung Kesenian Jakarta berlokasi di Jakarta Pusat, tepatnya di Jalan Gedung Kesenian 1, Pasar Baru. Untuk sampai ke sini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Jika menggunakan angkutan umum bisa menggunakan moda transportasi Transjakarta koridor 3, 5C, 5H, dan 11. menuju halte Pasar Baru. Letak gedungnya tepat berada di seberang halte tersebut.

harga sewa gedung kesenian jakarta